Monday, Sep 06th

Last update:10:34:01 PM GMT

You are here: Internasional Asia

Asia

Sekolah Khusus Untuk Siswa Hamil

E-mail Cetak PDF

KUALA LUMPUR,SP.com – Negara bagian Malaka, Malaysia, tengah mempertimbangkan mendirikan sekolah khusus untuk siswa hamil.
Pembuatan sekolah ini bertujuan untuk mengurangi maraknya “pembuangan bayi”, dan nantinya sekolah itu hanya diperuntukkan bagi siswa hamil yang sudah menikah.

Otoritas Malaysia saat ini memang resah dengan meningkatnya jumlah bayi terlantar, yang sering dibuang dalam keadaan mati atau sekarat di jalan atau di tempat sampah.

Menteri Besar Malaka Mohamad Ali Rustam mengacu ke New Straits Times mengatakan sekolah merupakan tempat strategis menggalakkan gadis yang hamil untuk menikah. “Untuk siswa yang tidak menikah, mereka juga bisa bersekolah tapi dengan satu syarat, mereka harus menikahi ayah anaknya,” kata Ali ( Senin (26/7) seperti diberitakan tempo interaktif.

“Masalah ini menjadi semacam penyakit. Kita tidak bisa hanya berada di belakang dan berpikir ini bukan masalah kita,” ujar Ali. “Kasus pembuangan bayi biasanya terjadi di antara masyarakat Muslim, saat para remaja putus asa menyembunyikan kehamilan mereka. Beberapa di antara mereka juga dibuang oleh keluarganya".

India Luncurkan Laptop Termurah di Dunia

E-mail Cetak PDF

NEW DELHI, SP.com - India telah tampil dengan laptop termurah di dunia, sebuah perangkat komputer layar sentuh berharga 35 dolar AS atau sekitar Rp 33.500.-

Laptop dengan perangkat layar sentuh tersebut dilengkapi dengan browser internet, PDF reader dan fasilitas konferensi video tapi perangkat kerasnya diciptakan dengan keluwesan yang memadai untuk menggabungkan semua komponen baru sesuai dengan keperluan pemakainya.

Menteri Pembangunan Sumber Daya Manusia India, Kapil Sibal, pekan ini mengungkapkan, perangkat komputer itu dengan harga murah yang dirancang buat siswa, dan mengatakan departemennya telah memulai pembicaraan dengan pemilik pabrik global untuk memulai produksi massal.

Malaysia Hukum Mati Majikan Pembunuh TKI

E-mail Cetak PDF

Pengadilan Malaysia menjatuhkan hukuman mati para majikan yang membunuh pembantunya yang asal Indonesia, Senin 19 Juli 2010.

Ini adalah peringatan dari penegak hukum negeri jiran, bahwa kekerasan pada buruh migran yang bekerja di sektor domestik, harus dihentikan.

Sebelumnya, hubungan Malaysia dan Indonesia sempat tegang, dipicu kekerasan yang dialami pekerja Indonesia di Malaysia, terutama tenaga kerja wanita (TKW).

Kasus kekerasan yang paling menghebohkan dialami Muntik Bani (40). Dia tewas Oktober lalu, saat polisi Malaysia menemukannya babak belur dipukuli, tidak diberi makan dan dikurung di kamar mandi seperti dilansir media vivanews.com (selasa 20/07)

Senin lalu, Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menyat, akan A Murugan (36), seorang penjual sari tebu yang adalah majikan Muntik Bani bersalah dalam kasus pembunuhan. Dalih Murugan bahwa dia tidak terlibat dalam kematian Muntik Bani, dimentahkan oleh bukti-bukti yang ada.

Menurut jaksa, Mohamad Dusuki Mokhtar, ini adalah kali pertamanya Malaysia menjatuhkan pidana mati pada pelaku pembunuhan pembantu asal Indonesia.