Monday, Sep 06th

Last update:10:34:01 PM GMT

You are here: Wisata Peristiwa Adat

Peristiwa Adat

Kwartal Kedua 2010, Pariwisata Sulsel Makin Meningkat

E-mail Cetak PDF

Memasuki kuartal kedua 2010, tingkat kunjungan ke Kota Makassar terus meningkat. Hal itu ditandai dengan maraknya pertumbuhan hotel di kota ini. Tingkat okupansi ikut terdongkrak, dari kelas melati sampai hotel berbintang.

Bagaimana potensi perhotelan ke depan? Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Makassar, Kwandy Salim membeberkan seluk beluk pariwisata di Sulsel seperti dikutip dari Fajar News

Jazz@Fort Rotterdam" di Fort Rotterdam

E-mail Cetak PDF

Mengulang kesuksesan tahun lalu, One Note Entertainment kembali menggelar konser musik jazz yang kini menasional "Jazz@Fort Rotterdam" di Fort Rotterdam, Makassar, 31 Juli hingga 1 Agustus mendatang.

Tema "When Jazz Meets Ethnic" yang dulu dipakai telah berubah menjadi "Explore The Ancient of Makassar". Konsepnya pun berbeda dari tahun lalu. Performer yang andal di genre jazz dipastikan membeludak. Hari pertama dan kedua diisi oleh musisi jazz yang berbeda-beda.

Jelajah Indonesia Denga Modal 5 Ribu

E-mail Cetak PDF

Keterbatasan finansial tidak menyurutkan niat dan semangat Soelehudin untuk bisa mengelilingi Indonesia. Hanya dengan bermodalkan uang Rp 5.000 dari pemberian orangtuanya dan sepeda bantuan dari Gubernur Jawa Barat, pria kelahiran Musi Banyuasin, 17 April 1985 ini, nekad memulai perjalanannya mengelilingi daerah di Indonesia sejak tanggal 1 Januari 2004.

Dari perjalanan itu, banyak pengalaman, budaya dan ilmu yang ia dapatkan. Pengalaman ini merupakan hal yang sangat memberikan spirit baginya untuk terus mengayuh sepeda hingga ke-33 propinsi di Indonesia.

“Kalimantan Selatan merupakan provinsi ke-31 perjalanan bersepeda saya. Sebelumnya saya dari Kalimantan Timur,” ujar Soelehudin, ketika ditemui di Kantor Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Rabu (23/6/2010).

Kajang : Potret Suku Terasing Dalam Rimbun Hutan Tanatoa

E-mail Cetak PDF

SUNYI namun damai, panas tetapi sejuk, inilah yang terbersit di benak saat melangkahkan kaki ke dalam Desa Adat Tanatoa. Desa ini tak bisa dimasuki oleh kendaraan apapun. Letaknya sedikit masuk ke hutan dan sangat sederhana tanpa dilengkapi peralatan-peralatan elektronik.

Yang sangat mencolok adalah pakaian mereka yang hitam-hitam dan sekilas membuat mereka tampak seram. Pohon tinggi dan lebat mengelilingi desa yang jarak tiap rumahnya agak berjauhan.

Massengo di Tanah Luwu Mulai Punah

E-mail Cetak PDF

MASAMBA, SP- Tanah Luwu termasuk salah satu daerah yang kaya akan kesenian tradisional. Namun satu persatu kesenian tradisional mulai punah, seiring dengan perkembangan zaman. Massengo, salah satu kesenian tradisional, kesenian itu merupakan perpaduan tiga unsur kesenian yaitu seni suara, seni tari, dan bela diri tradisional. Sebagai kesenian yang sudah ditinggalkan masyarakat dan hampir punah.

Di masa lalu, kesenian tersebut dijadikan alat pemersatu dari tiga daerah di Sulsel yaitu, Luwu, Bugis, dan Makassar. Di kalangan masyarakat kebanyakan, Massengo menjadi keharusan dalam setiap upacara atau ritual kesyukuran, misalnya menyambut pesta panen maupun mendirikan rumah.

 

Grup "The Next Band" asal Kabupaten Mamuju Juara Sensus Band

E-mail Cetak PDF

Mamuju- Grup "The Next Band" asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, keluar sebagai juara pada Festival Musik Band Sensus Penduduk yang digelar di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Minggu.

Festival musik band Sensus Penduduk (SP) yang diikuti sekitar 55 grup band dari lima kabupaten di Sulbar berlangsung meriah.

Seni Sunda Warnai Perayaan Cap Go Meh

E-mail Cetak PDF

Karawang  - Perayaan Cap Go Meh di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diwarnai dengan pertunjukan pawai hasil pertanian dan seni budaya Karawang serta permainan barongsai di sepanjang jalan raya wilayah perkotaan Karawang, Minggu.

"Perayaan Cap Go Meh kali ini tidak hanya dimeriahkan dengan pertunjukan barongsari, tapi juga diramaikan dengan pertunjukan hasil pertanian dan seni budaya Sunda," kata Ketua Yayasan Wihara Dharma Prasada Maheta Kabupaten Karawang, Nyana Wangsa, di Karawang, Minggu.

Ribuan Personil Meriahkan Cap Go Meh

E-mail Cetak PDF

Makassar - Sebanyak 1.500 personil dari Klenteng Xiang Ma, Makassar memeriahkan karnaval peringatan "cap go meh" atau puncak perayaan tahun baru Imlek.

"Selain dari Xiang Ma, ribuan personil dari 12 tempat ibadah dari 10 daerah di Sulawesi juga turut memeriahkan puncak perayaan Imlek ini," kata Ketua Panitia dari Klenteng Xiang Ma, Ichwan Njiolah di sela-sela perayaan "cap go mei" di Makassar, Minggu.


Karnaval dengan personil yang menggunakan aneka kostum itu seperti Barong Sai, Tang Shi dan pakaian khas Tiongkok itu berpawai dengan berjalan kaki sepanjang kurang lebih satu kilometer (km) di jantung Kota Makassar.