Tuesday, Sep 07th

Last update:11:16:11 PM GMT

You are here: Wisata Jalan-jalan

Jalan-Jalan

Kantung Tidur Ala Coleman

Bagi yang gemar climbing di wilayah pegunungan yang berudara dingin, produk yang satu layak untuk untuk dibawa sebagai perlengkapan.Sleeping bag atau kantung tidur berbentuk makam mumi dengan perpaduan warna hitam dan merah ini sangat cocok untuk suhu dingin dan esktrem.

Jika belum punya atau hendak mengganti sleeping bag (kantung tidur) Anda yang lama, mungkin Coleman Taos Extreme-Weather Mummy Bag bisa menjadi salah satu alternatif pilihan.

Berada di dalam kantong tidur ini, Anda akan tetap merasa hangat dan nyaman saat melalui malam dingin meskipun suhunya bisa mencapai 25 derajat Fahrenheit atau sekitar 3 derajat Celcius.

Seperti dikutip media Indonesia produk keluaran Coleman ini terdapat beberapa fitur untuk melawan dingin yang ditawarkan , termasuk batt-ganda, konstruksi selimut yang menghilangkan titik-titik dingin potensial, dan tudung yang mengelilingi kepala dengan kehangatan

Selebihnya lagi, Coleman juga menawarkan teknologi comfortSmart seperti fitur ritsleting thermoLock, fiberlocked insulasi, dan alat zipPlow.

Sementara untuk membantu kantung tidur ini tahan selama bertahun-tahun, Coleman menambahkan bahan poliester tahan lama.

Jika anda berminat, kantung tidur ini bisa Anda pesan di amazon.com dengan harga US$40,94 (sekitar Rp367 ribu). (*)

Kilauan Pasir Putih Pantai Bira

LANGIT biru membentang luas. Kanvas alami ini begitu cerah diantara guratan-guratan awan tipis yang menjadi ornamen indah pemandangan pantai Bira.

Saat langit cerah, berdirilah di tepi pantai. Diantara pasir putih yang berkilau, hiruplah aroma laut sambil menatap perairan biru yang memesona.

Surga tropis ini bisa Anda nikmati bila berkunjung ke Sulawesi Selatan tepatnya di Tanjung Bira yang merupakan lokasi wisata di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.

Ekspedisi Tim Garis Depan Nusantara Sukses Merambah Pulau-pulau Terluar di KTI

MINGGU (11/4) siang, sebuah perahu bermotor yang dilengkapi dengan beberapa buah layar merapat di Dermaga Mako Layang Lantamal VI Makassar. Perahu bermotor ini, tepatnya bernama Kapal Laut Motor (KLM) Cinta Laut, diawaki oleh puluhan pemuda Indonesia yang berada dalam kelompok bernama Tim Garis Depan Nusantara.

Mereka, bukan semuanya pelaut, melainkan sebagian besar adalah gabungan seniman asal Bandung dan Makassar, serta wartawan. Turut pula seorang pembuat perahu pinisi bernama Hidayat, warga asal Bira, Kabupaten Bulukumba,
Tim ini baru saja menyelesaikan misi pelayarannya menyisir 28 pulau terjauh yang ada di Kawasan Timur Indonesia. Kedatangan mereka disambut dengan penuh antusias oleh jajaran Lantamal VI Makassar.