SENGKANG, SP- Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir Ahmad Manggabarani menyerahkan DIPA anggaran untuk Wajo sebesar Rp 6 miliar. Anggaran itu diharapkan mampu meningkatkan produksi kakao. Kakao diangggap sangat potensial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Bantuan ini diharapkan dapat digunakan masyarakat untuk pengembangan produktivitas kakao di Wajo. Jika DIPA anggaran digunakan secara maksimal, maka yakin saja berkorelasi pada kesejahteraan masyarakat," kata Ahmad Manggabarani di hadapan petani dalam panen raya kakao di Desa Tangkoro, Kecamatan Pitungpanua, Minggu 9 Mei.
Mangagbarani didampingi Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Sulsel, Bupati Wajo, Andi BUrhanuddin Unru, dan Wakil Bupati (Wabup), Amran Mahmud. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah pusat juga terus berusaha menggalakkan kebijakan subsidi pupuk. Bahkan, pemerintah telah mencairkan anggaran Rp 17 triliun untuk subsidi pupuk petani.
Dalam usaha mengurangi subsidi pupuk lanjutnya, petani harus mengembangkan peternakan. Limbah ternak menurut dia, sangat potensial digunakan sebagai bahan pupuk. Menurut dia, pupuk organik lebih bersahabat dengan lingkungan dibandingkan pupuk kimiawi.
Dalam tanggapannya, Andi Burhanuddin mengaku, petani masih memiliki banyak tantangan alam penembangan kakao di Wajo. Misalnya pemasaran hasil produksi yang masih sangat terbatas. Selain
itu, pemanfaatan kulit kakao juga masih kurang maksimal. "Paling penting, harga kakao bisa bertahan atau relatif stabil sehingga senantiasa menguntungkan petani," harap bupati. (int/ir/ AER1841)