Monday, Sep 06th

Last update:10:34:01 PM GMT

You are here: Sulsel Toraja

Toraja

Pemilik Tanah Keberatan Proyek Rutan Dibatalkan

MENGKENDEK, SP—Tidak mudah mencari lahan untuk proyek pembangunan di Tana Toraja. Contohnya, proyek pembangunan gedung Rumah Tahanan (Rutan) di Ge'tengan Kecamatan Mengkendekm terpaksa dibatalkan, lantaran yang empunya tanah tidak mau menyerahkan tanahnya.
Adalah Yuli Benyamin Bura sebagai pemilik tanah yang rencananya akan dijadikan lokasi pembangunan rutan, menurut kuasa hukumnya, Jhoni Paulus, SH, Sabtu lalu di Makale bahwa pihaknya menyambut baik penghentian pembangunan rutan tersebut dihentikan karena pemiliknya keberatan.

Jhoni Paulus mengatakan, tidak ada lagi aktifitas di lokasi itu. "Seharusnya memang seperti itu dari sejak awal, jangan dilakukan pembangunan di atas tanah milik klien kami. Tetapi syukur karena, kegiatan itu sudah dihentikan oleh pelaksana proyek," tandasnya pada koran ini.

Disoroti, Tambang Bijih Besi di Torut

RANTEPAO, SP – Komisi III DPRD Toraja Utara (Torut) menyoroti kegiatan penambangan biji besi di Lembang/Desa Talimbangan,Kecamatan Buntupepasan. Pasalnya, perusahaan yang mengelola tambang biji besi tersebut ditengarai tidak memiliki analisa dampak lingkungan hidup (amdal).

Lembang Buntu Limbong Dinilai Tim Lomba Desa Provinsi

MAKALE, SP- Lembang Buntu Limbong, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, akhir pekan lalu mendapat penilaian dari tim penilai lomba desa/kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Lembang ini sebelumnya menempati peringkat pertama lomba desa/kelurahan tingkat Kabupaten Tana Toraja dan berhak maju ke tingkat provinsi mewakili Kabupaten Tana Toraja bersama dengan desa/kelurahan lainnya dari kabupaten/kota se Sulsel.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sulsel selaku ketua tim lomba dalam arahannya saat diterima secara adat bersama rombongan di lokasi Kantor Lembang Buntu Limbong menegaskan, lomba desa/kelurahan yang dilaksanakan bukan hanya sekadar mengejar predikat juara, tetapi yang terpenting di balik kegiatan itu adalah bagaimana mempercepat kemampuan dan kemandirian masyarakat. "Lomba bukan sekadar meraih, juara tetapi tujuan utamanya adalah bagaimana mempercepat kemampuan dan kemandirian masyarakat", imbuhnya. Sementara tujuan yang lain, lanjutnya adalah bagaimana masyarakat kita dapat semakin mandiri dalam arti sudah bisa dan mampu mengorganisir dirinya untuk mengelolah SDM dan SDA untuk keluar dari keterbelakangan. Karena itu kegiatan lomba desa/kelurahan menurutnya, harus dikoordinasikan lintas sektoral.

Bupati Lantik 127 Pejabat

MAKALE, SP- Bupati Tana Toraja,J.A. Situru mengambil sumpah dan melantik 127 pejabat eselon II, eselon III dan eselon IV lingkup Pemkab Tana Toraja, Sabtu pekan lalu di Gedung Wanita Makale. Pejabat yang dilantik tersebut terdiri dari 4 orang eselon II masing-masing Asisten III Setda, Kepala DPPKAD, Kepala Bappeda dan Staf Akhli Bidang Kemasyarakatan dan SDM. Sementara pejabat eselon  III yang dilantik sebanyak 17 orang diantaranya ada Sekcam dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten.

Penjabat Yang paling banyak adalah eselon IV sebanyak 106 orang termasuk lurah, kepala sekolah dan pengawas TK/SD.
Amping Situru dalam sambutannya sesaat setelah melakukan pelantikan mengatakan mutasi dan pelantikan ini dilaksanakan semata-mata hanya untuk kepentingan kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Meskipun begitu Bupati yang akan mengakhiri masa jabatannnya September 2010 yang akan datang tersebut mengakui bahwa mutasi semacam ini kemungkinan masih akan berlanjut terus dalam 5 bulan terakhir masa jabatannya. Hal ini dimaksudkan,lanjutnya dalam upaya menempatkan orang-orang atau pejabat yang sesuai dengan keakhliannya berdasarkan pertimbangan Baperjakat. "Kemungkinan-kemungkinan

untuk terjadi pergeseran bisa terjadi kapan saja, semuanya ini dilakukan agar roda pemerintahan, kemasyarakatan dapat berjalan lancar", tandasnya.
Pada kesempatan itu Bupati Amping juga memberikan perhatian dan pesan khusus kepada Kepala Bappeda yang baru, Yunus Sirante. Menurut Bupati, posisi Bappeda sebagai dapur olah kegiatan selama ini kurang berperan dengan baik dan cenderung dilangkahi SKPD lain. Padahal menurut Bupati sesungguhnya Bappeda itu adalah sumber segala informasi dari berbagai kegiatan dan pembangunan.

"Pak Yunus, jangan sampai ada program SKPD yang tidak diketahui Bappeda, semuanya harus diolah di Bappeda", tegasnya. Bupati juga menilai kalau data yang ada di Bappeda selama ini kurang baik karena tidak ada data-data lengkap tentang hasil pembangunan di Tana Toraja. "Selama ini pengolahan data di Bappeda tidak baik karena tidak ada data-data lengkap tentang hasil pembangunan di Tana Toraja", kuncinya. (al/ir/AD30F96)

Dewan Tinjau Longsor Ra`bung dan SMK Saluputti

MAKALE, SP- Laporan mayarakat yang masuk ke Legislatif di tanggapi serius sehingga beberapa bangunan fisik dan sarana jalan rusak berat dan belum mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah terlebih khusus dikecamatan Saluputti, disesalkan banyak kalangan termasuk anggota DPRD Tana Toraja.

Seperti halnya jalan rabat beton di lembang Ra`bung kecamatan Saluputti longsor beberapa waktu lalu dan memutuskan akses jalan ke beberapa desa juga mengancam lima rumah warga, termasuk Tongkonan Pa` Rapak.

Anggota DPRD Pulang Kampung, Evaluasi Kegiatan

MAKALE,SP - Sebanyak 30 anggota DPRD Tana Toraja, terhitung Senin 19 April (Hari ini) hingga satu minggu ke depan berencana melakukan reses ke Daerah Pemilihan masing-masing. Guna memaksimalkan peran lembaga Dewan, maka pihaknya menggandeng para jurnalis untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi, SE pada koran ini siang kemarin. Menurutnya, ke 30 anggota DPRD Tana Toraja dibagi sesuai jumlah daerah pemilihan pada Pemilu Legislatif lalu. Para anggota Dewan akan kembali ke dapilnya masing-masing untuk menemui konstituennya, juga mereka akan melihat secara langsung realisasi pelaksanaan kegiatan selama ini di lapangan.

15 Orang Camat Dilantik

RANTEPAO, SP - Penjabat Bupati Toraja, YS Dalipang melantik pejabat eselon tiga sebanyak 149 orang, Sabtu lalu di halaman kantor bupati. Dari sebanyak 149 pejabat Eselon tiga yang dilantik tersebut, 15 orang diantaranya adalah Ca.

Kepada pejabat yang dilantik tersebut, YS Dalipang mengingatkan bahwa sumpah dan janji yang diucapkan itu, selain disaksikan oleh manusia juga disaksikan oleh Tuhan YME. Oleh karena itu, YS Dalipang mengharapkan agar sumpah dan jabatan yang diucapkan tersebut, dapat dihayati sepenuh hati oleh para pejabat bersangkutan.

Puluhan Warga Desa di Toraja Utara Kesulitan Pangan

TORAJA,SP.com -  Sekitar 16 ribu warga yang tersebar di 37 titik eks longsor di Kecamatan Buntu Pepasang, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan kesulitan pangan karena akses jalan masih terputus.

"Dampak dari tanah yang longsor pada 13 Maret 2010, hingga kini masih ada sekitar 37 titik dari 51 titik atau desa yang kesulitan pangan, setelah terkena longsor akibat guyuran hujan selama sepekan," kata Camat Buntu Pepasang, Toraja Utara Samuel Sampe Rompang menanggapi kondisi di wilayahnya, Jumat (23/4).

KPUD Toraja Baru Menerima Daftar Wajib Pilih

Makassar - KPUD Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) baru menerima daftar wajib pilih dari pemerintah setempat, setelah tahapan pilkada Bupati dan Wakil bupati berlangsung.

"Seharusnya daftar wajib pilih ini sudah diterima sejak Januari, namun baru diperoleh pekan kedua Februari 2010," kata Ketua KPUD Tana Toraja Luther, menanggapi proses Pilkada di wilayahnya, Jumat.

Jumlah wajib pilih di Kabupaten Tana Toraja berdasarkan data yang diberikan Pemkab Tana Toraja sebanyak 148.093 orang.

Pelebaran Tondon-Ke'te' Habiskan 2 Milyar

TORUT, SP- Terkesan enteng menhabiskan dana 2 miliyar, hanya dengan menggusur-gusur beberapa bagian poros jalan Tondon Bolu dan Ba’tan Ke’te’, plus pembuatan selokan dan turap, proyek jalanan itu yang menelan biaya 2 milyar rupiah, selesai sudah.

“Bukan enteng," tangkis Sapan, SH., mengaku sebagai pihak kontraktor pekerjaan borongan itu kepada wartawan SP di lokasi Sabtu (23/1) lalu.  Menurutnya kondisi cuaca di Toraja sejak awal pekerjaan itu, Agustus lalu, kurang bersahabat, “kami bekerja dibawah guyuran hujan yang tak henti-hentinya:, ujar Sapan, dengan mengutarakan, juga dihadapkan dengan kendala sulit mendatangkan material, pasir, akibat meluapnya air sungai," Ungkapnya.
Dijelaskannya, volume pekerjaan jalanan itu tak tanggung-tanggung, panjang empat kilometer, lebar empat meter dengan kondisi awal setapak, tebing dan jurang, “ seperti hutan lah," tandasnya.